//
kamu sedang membaca
Berita

Kota Cile­gon mengusulkan anggaran kun­jungan kerja (kunker) pada 2012 senilai Rp 2,9 miliar.

DPRD Kota Cile­gon mengusulkan anggaran kun­jungan kerja (kunker) pada 2012 senilai Rp 2,9 miliar. Ini untuk memenuhi kebutuhan kunker Dewan sebanyak 22 kali ke sejumlah daerah.
Tak hanya itu, DPRD Cilegon juga mengusulkan anggaran Rp 818.756.000 untuk kebutuhan rapat koordinasi (rakor) di luar daerah. Bahkan anggaran senilai Rp 1,5 miliar pun diusulkan un­tuk kegiatan workshop dan pelatihan kerja. Hal itu diketahui melalui dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2012.
Sekretaris DPRD Cilegon Unin Sutaryadi mengungkapkan, pi­haknya telah mengusulkan ang­garan untuk kebutuhan kegiatan tujuh alat kelengkapan se­lama satu tahun kedepan. Pada kegiatan kunker, rata-rata setiap alat kelengkapan akan melaksanakan tiga kali kunker. “Kita telah agendakan 22 kali kun­ker selama satu tahun ke­depan. Kecuali Banang (Badan Anggaran) dan Bamus (Badan Mu­sya­warah), setiap alat ke­leng­kapan rata-rata tiga kali kunjungan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalokasian anggaran tersebut sesuai Per­atur­an Pemerintah (PP) Nomor: 16/2010 dan juga tata tertib DPRD Cilegon. “Semuanya te­lah menyepakati jumlah kun­ker serta anggaran yang diusul­kan dan telah melalui pro­sedur yang  ditentukan,” ujarnya.
Dijelaskannya, kegiatan pe­ningkatan kapasitas Dewan terbagi dalam dua jenis. Yakni peningkatan kapasitas lembaga yang menyedot anggaran Rp 811.700.000, serta peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD hingga Rp 735 juta. “Se­lain kunker memang ada juga peningkatan kapasitas, seperti dalam bentuk workshop-workshop dan bintek,” katanya.
Ang­gota Komisi III DPRD Cilegon Syihabudin Sidik meng­ungkapkan kunker serta beberapa program kerja ke luar daerah merupakan kegiatan yang tak bisa ditolak anggota De­wan. “Kunker itu diatur dalam tata tertib, begitu juga rakor dan workshop. Itu merupakan sesuatu yang melekat pada lembaga wakil rakyat, artinya itu tidak bisa ditolak atau dihapuskan,” katanya.
Senada dikatakan Sekretaris Komisi II DPRD Cilegon Yusuf Amin. “Dengan mem­banding­kan kondisi Cilegon dengan daerah lain, kita bisa mengetahui kelemahan dan kekuatan yang ada. Itu bisa digunakan untuk mendorong Cilegon ke arah lebih baik pada sektor per­ekonomian maupun pem­bangun­an,” ungkap­nya. (quy-mg5/del/zen)

(radarbanten http://goo.gl/sx0hH)

About infocilegon

All about Cilegon

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

November 2011
M T W T F S S
    Dec »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Facebook Fans Page

%d bloggers like this: