//
kamu sedang membaca
Banten, Berita, Berita, Cilegon

Pemkot Cilegon Lepas Kubangsari

Pelepasan aset dan investasi Kubangsari dilakukan melalui sidang paripurna yang digelar DPRD Kota Cilegon, Senin (4/120) hari ini. Sidang tersebut merupakan bagian dari proses penggantian aset dan investasi Kubangsari dengan Warnasari yang melibatkan Pemkot Cilegon dan PT Krakatau Steel (KS) berkaitan dengan investasi Posco.
Menurut Kepala Inspektorat Kota Cilegon, sidang paripuran tersebut merupakan bagian dari prosedur internal yang harus ditempuh Pemkot Cilegon terkait penggantian aset dan investasi Kubangari dengan Warnasari. Sesuai dengan Permendagri No 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang milik Daerah.
“Untuk memenuhi Permendagri No 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang milik Daerah itu, maka dilakukan persetujuan DPRD untuk pelepasan aset dan investasi dengan sidang paripurna,” kata Mulyawan Soepardi.
Hal hampir senada dikatakan Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan Daerah (DPPKD) Kota Cilegon, Septo Kalnadi. Sidang paripuna tersebut, kata dia, merupakan persetujuan DPRD Kota Cilegon untuk pelepasan aset dan investasi Kubangsari. Setelah itu, lanjut dia, nanti ada paripurna istimewa untuk penandatanganan perjanjian yang dilanjutykan serahterima yang dilakukan Pemkot Cilegon dengan PT KS.
“Pemda menyerahkan Kubangsari dan menerima Warnasari, KS menerima Kubangsari dan melepas Wanasari sesuai perjanjian yang telah dilakukan sebelumnya. Namun untuk sidang kali ini (hari ini-red), adalah persetujuan dewan atas pelepasan aset dan investasi Kubangsari,” katanya
Seperti diketahui, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), KS menyetujui pertukaran aset melalui cara transaksional kepada Pemerintah Cilegon. Krakatau Steel, bersama anak usahanya PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, PT Krakatau Bandar Samudera, dan PT Krakatau Daya Listrik akan melepaskan aset berupa lahan seluas 45 hektare (ha) di Kelurahan Warnasari dan Samangraya untuk Pemerintah Kota Cilegon.
Sebagai gantinya, perusahaan pun meminta lahan yang saat ini dikuasai pemerintah Cilegon seluas 66,5 ha di Kubangsari, yang saat ini dikenal sebagai Pelabuhan Pemerintah Kota Cilegon.
Untuk pembangunan itu, Krakatau Steel menggantikan biaya investasi yang telah dikeluarkan dari dana APBD Pemerintah Cilegon. Hal tersebut telah disepakati dalam bentuk nota kesepahaman pada 4 Februari 2011.
Selain pelepasan aset dalam perjanjian juga disepakati Pemerintah Kota Cilegon akan memberikan izin yang berkaitan dengan proyek Krakatau-Posco. Selain itu, perusahaan juga meminta pengurangan dan keringanan kewajiban retribusi perusahaan, grup, serta PT Krakatau-Posco kepada pemerintah daerah. (H-37) (kabarbanten)

About infocilegon

All about Cilegon

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

December 2011
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Facebook Fans Page

%d bloggers like this: