//
kamu sedang membaca
Berita, Berita, Cilegon

12% Jajanan Berbahaya – BPOM mengimbau pantau asupan anak­nya di sekolah

Berdasarkan ins­peksi yang dilakukan di se­jumlah sekolah dasar (SD) di Kota Cilegon beberapa waktu la­lu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Cile­gon menemukan 19 jenis ja­janan atau 12 persen dari 165 sam­pel makanan yang diperiksa me­ngandung zat berbahaya. “Ja­janan berbahaya ini susah di­hilangkan karena masih ba­nyak pedagang nakal yang meng­gunakan bahan seperti itu hanya untuk mendapatkan ke­un­tungan,” kata Kasi Pe­ngawasan Obat dan Makanan (POM) pada Dinkes Kota Cilegon Tatang Suprihatna, Rabu (11/1).
Tatang mendetil, dari 19 te­muan jajanan berbahaya ter­sebut tujuh di antaranya dike­tahui mengandung formalin, tu­juh makanan lagi mengandung rho­damin B, empat jenis ma­kanan mengandung Methanil Yellow dan satu jajanan lainnya me­ngandung boraks. “Makanan yang mengandung bahan kimia seperti itu sangat jelas bisa mem­bahayakan tubuh manusia, seperti mual, pusing sampai kangker,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ciri-ciri jaja­nan yang mengandung bahan kimia berbahaya biasanya tam­pi­lan warna lebih mencolok dan menarik. Apabila me­ngan­dung boraks akan terlihat lebih ber­­sih, sementara jika m­e­ngan­dung formalin akan lebih kenyal. Mes­ki demikian, untuk me­mas­tikan apakah mengandung ki­mia atau tidak bisa diperiksa di laboratorium. “Yang sering itu misalnya pisang goreng yang lebih kuning karena mengan­dung methanol yellow, kerupuk dan arum manis biasanya mengandung rhodamin B,”  jelasnya.
BPOM mengimbau para orang­tua siswa memantau asupan anak­nya di sekolah. Bila perlu anak dibekali makanan dari ru­mah agar terhindar dari jajan sem­barangan. “Kalau mau anak­­nya terhindar dari jajanan ber­bahaya, orangtua harus ko­pe­ratif dengan mengawasi sen­diri jajanan anaknya. Ini penting untuk mencegah dampak negatif sedini mungkin,” ungkapnya.
Pada bagian lain, Kepala Pus­kesmas Kecamatan Grogol drg Ira Yulistikasari mengatakan, di wilayahnya semua jajanan sekolah juga selalu dipantau. Pihaknya sudah membentuk petugas kesehatan lingkungan yang bekerja sama dengan BPOM Cilegon untuk memantau se­cara rutin jajanan yang beredar di masyarakat. “Paling tidak se­tahun sekali setiap sekolah ki­ta pantau dan periksa jajanan yang dijual utnuk memastikan apa­kah mengadung bahan ber­bahaya atau tidak,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan se­tahun terakhir, kata Ira, Puskes­mas Grogol menemukan jajanan sekolah yang mengandung zat ki­mia berbahaya seperti pewarna pa­kaian, boraks, dan formalin. “Di antara makanan yang perlu diperhatikan itu seperti pisang goreng yang kekuningan itu harus diwaspadai karena menggunakan pewarna pakaian, lalu bakso dan tahu yang putih kenyal bisa sa­ja menggunakan boraks dan formalin,” katanya.
Dikatakan, tidak semua maka­nan yang dijajakan di sekolah atau tempat umum mengandung bahan kimia berbahaya. Meski demikian, ia meminta warga te­tap waspada terhadap makanan ter­sebut. “Kami tidak me­nya­lah­kan pedagang karena mungkin sa­ja dia tidak tahu. Tapi kalau ke­­­­ta­huan menya­lah­gunakan ba­­­han kimia itu akan kita panggil un­tuk dibina,” ujarnya. (ibm/del/zen)(radarbanten)

About infocilegon

All about Cilegon

Discussion

No comments yet.

Tinggalkan komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Facebook Fans Page

%d bloggers like this: